Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Uninstall Tingkat Lanjut: Hapus Semua Sisa-Sisa Program

  • Rabu, 25 April 2012
  • Febri Rizki

  • Trash
    gambar: warrendumpsterrental.com

    Sebelumnya saya telah memposting tentang uninstall program. Proses uninstall ini merupakan proses uninstall dasar. Menggunakan fasilitas bawaan Windows. Lewat control panel, add/remove program.
    Proses ini sudah benar. Namun sebenarnya cara uninstall tersebut menyisakan “bekas-bekas” yang tidak terlihat. Pada kondisi tertentu, bekas-bekas ini nantinya bisa menjadi masalah bagi komputer Anda.
    Lalu bagaimana membersihkan sisa-sisa tersebut? Nahhh… Di artikel kali ini, kita akan belajar cara uninstall tingkat lanjut. Uninstall yang benar-benar uninstall. Benar-benar bersih. Tidak meninggalkan bekas apa pun.
    Setelah membaca artikel ini, nantinya Anda akan bisa melakukan sendiri proses uninstall yang benar-benar bersih. Program-program yang Anda buang pun, nantinya tidak akan menimbulkan masalah lagi di kemudian hari. :)

    Leftover item – Kekurangan fasilitas uninstall milik Windows

    Inilah kekurangan dari fasilitas bawaan Windows. Ketika kita selesai uninstall dengan fasilitas ini, sebenarnya tidak semua bagian dari program tersebut benar-benar hilang. Masih ada sisa. Misalnya saja, folder tempat program tersebut tadinya terinstall, atau pun registry entry.
    Registry Entry?
    Registry adalah database pada Windows yang menyimpan berbagai informasi dan konfigurasi tentang sistem komputer yang ada. (Sumber: About.com)
    Registry entry adalah semua informasi yang dimasukkan ke registry. Registry entry ini berupa key. Key-key yang ada bisa menyimpan informasi dan konfigurasi sistem komputer. Misalnya saja yang disimpan adalah serial number dari suatu program.
    Saya menyebutnya, sisa-sisa program. Tapi bahasa kerennya, (bahasa teknis-nya maksud saya… :) ), adalah leftover item atau leftover data.
    Lalu, memangnya kenapa dengan leftover item?

    Efek negatif leftover item

    Efek negatifnya, tentu saja jika terlalu banyak leftover items, harddisk Anda akan cepat penuh, dan komputer jadi lemot. Namun ada efek lainnya lagi. Efek ini biasanya terjadi jika kita menggunakan software bajakan. Berikut contoh kasusnya.

    Internet Download Manager – Fake Serial Number

    Anda pengguna IDM? IDM Anda terdeteksi palsu? Yang Anda lakukan? Biasanya orang akan mencoba uninstall program tersebut. Berharap ketika install kembali, masalahnya hilang. Tapi sayangnya, cara uninstall-nya adalah dengan menggunakan fasilitas WIndows.
    Lalu apa yang terjadi ketika selesai menginstall kembali (bahasa teknisnya: reinstall)? Ternyata IDM tetap terdeteksi palsu.
    Mengapa terjadi demikian? Jawabnya, ketika menginstall, IDM membuat suatu registry entry tentang serial numbernya.  Registry entry ini tidak akan hilang meskipun kita menguninstall IDM-nya. Registry entry ini adalah leftover item.
    Akibatnya, ketika reinstall, IDM mendeteksi registry entry ini, dan menemukan serial number sebelumnya. Jadi IDM tersebut tetap terdeteksi menggunakan serial palsu.
    Nahh.. oleh karena itu, jika kita ingin memasukkan serial number baru, serial number ini harus dihapus terlebih dahulu.

    Cara menghapus leftover item

    Ada dua cara untuk menghapus leftover item. Pertama, kita cari sendiri letak leftover item. Baik itu di registry, maupun folder-folder program, kita cari. Lalu kita hapus manual. Hal ini akan merepotkan jika leftover item sudah terlalu banyak.
    Cara kedua, gunakan program uninstaller. Dengan program uninstaller, selain Anda bisa uninstall program seperti biasanya, program ini juga menawarkan fasilitas penghapusan leftover item.

    Revo Uninstaller

    Sebenarnya ada banyak program uninstaller. Namun saya lebih suka menggunakan Revo. Fiturnya cukup bagus, dan praktis digunakan. :)

    Cara menggunakan Revo Uninstaller

    • Downloadlah terlebih dahulu Revo Uninstaller di sini. Password: compatoz.com
    • Installah Revo Uninstaller.
    • Jalankan Revo Uninstaller. Akan muncul tampilan seperti berikut:
    Program List
    Klik untuk memperbesar
    • Kemudian klik 2x pada program mana yang ingin Anda uninstall. Nantinya muncul tampilan seperti berikut.
    Wait for Uninstaller
    Klik untuk memperbesar
    • Tunggu saja sampai muncul jendela uninstall. Lakukanlah uninstall seperti biasanya. Klik beberapa “Next ” yang muncul. Setelah itu, pilih “Advanced”, kemudian klik “Scan”.
    Select Advanced Scan
    Klik untuk memperbesar
    • Jika program yang Anda uninstall tidak meninggalkan leftover items, akan muncul seperti ini.
    No left over items
    Klik untuk memperbesar
    • Namun jika program Anda meninggalakn leftover items, lakukanlah langkah yang sama seperti pada video mengatasi IDM error (perhatikan menit 1:00 – 1:40). Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
    1. Beri tanda centang pada semua item yang tercetak tebal. Kemudian klik “Delete”. Setelah itu, klik “Next”
    2. Pada tampilan selanjutnya, klik “Select all”. Kemudian klik “Delete”. Dan klik “Finish”
    3. Selesai.

    Mana yang lebih baik? Revo atau fasilitas bawaan Windows?

    Menurut saya, lebih baik kita menggunakan program tambahan seperti Revo tersebut. Mengapa demikian? Dengan menggunakan program tambahan seperti itu, tidak ada lagi sisa-sisa program yang baru dibuang.
    Ketika saya ingin memasukkan serial number baru untuk program yang saya reinstall, tidak ada lagi masalah. Program-program yang di-uninstall dengan cara seperti ini, saat kita kembali menginstallnya, maka keadaannya sama seperti ketika pertama kali kita menginstallnya. Bersih, tidak ada sisa, tidak ada serial number yang tercatat.
    Menurut Anda, lebih baik mana?

    from : http://www.compatoz.com/uninstall-tingkat-lanjut-hapus-semua-sisa-sisa-program/

    0 komentar:

    Poskan Komentar